Mata tertipu ataukah mata yang menipu,
telinga tuli ataukah suara yang tak terdengar,
hanya hati yang hati-hati yang dapat mengetahui,,,
bahtera karam di daratan,
lautan pun kering di minum ikan,,,
cerita ini bak hikayat sakral penuh makna
yang di tuturkan pada bayi-bayi,
sebagai pengantar menuju mimpi,,
inikah pula yang kita rasa,,?
jawabannya,hanya menjadi milik nurani semata,,

puisi bagus sobat..teramat dalam dan rangkaian katanya sangat runtut..thanks
BalasHapusRangkaian kata yang indah. Teruslah berkarya sob, semoga sukses selalu :)
BalasHapus